Sunday, August 28, 2016

Berikut Bukti Jarak Matahari Bukan 140 juta Km

Selama ini kita percaya bahwa jarak matahari dan bumi adalah 140 juta kilometer. Saat kita sekolah dan saya pribadi juga percaya bahwa jarak tersebut adalah benar. Bahkan selepas kuliahpun saya masih mempercayainya beserta ukuran alam semesta yang begitu fantastik jaraknya.

Nah pernahkah Anda mempertanyakan pada diri Anda sendiri apakah benar jarak Matahari dan Bumi itu 140 juta kilometer? Lalu pernahkan anda mempertanyakan dari mana mereka mendapatkan angka itu?

Berikut pembuktian sederhana yang saya lakukan selama satu bulan untuk mendapatkan data yang otentik. Untuk memahami pembuktian saya coba anda baca setahap demi setahap, agar anda menangkap pemikiran saya secara utuh.

Sebelum anda melanjutkan membaca, diharapkan anda sudah memahami sifat-sifat cahaya beserta efek yang ditimbulkan, jenis-jenis larutan beserta sifat-sifatnya, dan rumus matematika Trigonometri.

Ok mari kita pahami sifat cahaya matahari dari berbagai macam kondisi.

1. Gambar sinar matahari yang tidak tehalang awan.



Perhatikan kedua foto tersebut, tampak sinar matahari yang begitu terang ketika kita memfoto matahari tersebut secara langsung. Anda bisa mencobanyanya sendiri di tempat anda.

2. Gambar sinar matahari yang terhalang awan.




3. Gambar sinar matahari yang terhalang awan tetapi sinarnya ada yang lolos.




Berikut adalah gambar dimana awan terbentuk lubang dan sinar matahari menembus pada bagian lubang tersebut. Saya mendapatkan momen berharga ini disaat berangkat kerja.


Perhatikan gambar di atas yang bernomor 2 dan 3, jika anda memperhatikan dengan seksama maka gambar tersebut sama persis dengan gambar yang apa bila kita memotret matahari secara langsung. Terpancar sinar yang menyilaukan dan sangat terang.

4. Pembuktian dengan rumus Trigonometri.

Berikutnya untuk membuktikan jarak 140 juta kilometer adalah benar atau salah, apakah cukup dengan gambar di atas? Jawabnya tidak, sekarang ikuti langkah-langkah berikut ini.

Silahkan tarik garis dari sinar-sinar yang lolos tersebut seperti berikut ini.


Bagaimanapun anda menarik sinar matahari ke pusat matahari (gambar matahari pada foto) maka akan terbentuk garis lurus yang tidak ada gejala pembelokan sama sekali. Kenapa? karena yang kita tarik adalah berkas sinar yang benar-benar lolos dari halangan awan.

Setelah anda tarik garis berilah label seperti ini:


Berikutnya lakukan perhitungan secara matematis dengan konsep trigonometri TANGEN. Nah bagi kalian yang belum tahu apa itu konsep tangen silahkan belajar dulu ya.



Wow bener ga sudut segitu besarnya 0,00000000286 derajat?

Serius nih nasa membuat jarak bumi matahari 140 juta kilometer? Ane iseng-iseng ngecilin angkanya, ane perkirakan 400 km. Dan saya masukkan dalam rumus, hasilnya mengejutkan. Hasil yang diperoleh adalah 10 derajat. Ini angka yang jauh masuk akal ketimbang 0,00000000286 derajat. Untuk memuaskan keingin tahuan saya, coba saya lipatkan 2 kali lebar awan yang menghalangi maka sudut yang terbentuk (dengan jarak 400 km) adalah 20 derajatan sedang pake angka NASA tidak jauh dari 0,0000... (angka yang ga realistis) untuk ukuran sudut yang terbentuk dengan jelas.

Nah, dari uraian di atas silahkan anda renungkan sendri apakah anda akan lebih senang dengan data dari NASA, yakni jarak Matahari-Bumi adalah 140 juta km. Atau anda mencari sendiri dan mengamati sehingga didapat kesimpulan bahwa jarak Matahari sebenarnya tidak sejauh itu. Semua saya serahkan kepada Anda.



1 comment: